Thursday, March 31, 2016

Perempuan Bukan 'Tiyang Wingking'




Oleh Tsamrotul AM

Alloh Ta’ala telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainnya, makhluk yang diciptakan sebagai inti dari alam semesta. Manusia ada yang diciptakan dengan berjenis laki-laki dan ada pula yang berjenis perempuan, kemudian dari keduanya dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa, untuk saling kenal mengenal, dari kenal mengenal tersebut mencakuplah rasa untuk saling berbuat kemaslahatan antara keduanya,bukan untuk saling bermusuhan, menyakiti, melemahkan, menjatuhkan, menghancurkan dan sebagainya. laki-laki dan perempuan sesungguhnya mempunyai derajat yang sama dimata Alloh Ta’ala dan yang lebih mulia diantara keduanya adalah yang bertaqwa dan yang paling banyak beramal sholeh dalam hidupnya.

Dalam pentas sejarah manusia, isu tentang perempuan banyak mengisahkan problematika yang amat misterius, misalnya perempuan identik dengan sebutan tiyang wingking (orang yang berada diposisi belakang), dengan demikian sejarah telah sedikit menggambarkan bahwa keberadaan perempuan terpinggirkan dimata sosial, utamanya di kalangan laki-laki. Sehingga ada sistem sosial yang disebut dengan patriarki, yakni pandangan yang menempatkan laki-laki sebagai penguasa tunggal, dan menempatkan perempuan pada posisi yang tidak diuntungkan, senantiasa memandang bahwa laki-laki sebagai makhluk yang kuat (superior), sementara perempuan sebagai makhluk yang lemah (inferior), yang pada umumnya pandangan tersebut hanya memandang dari segi biologisnya saja. Dari latar belakang demikian penulis sedikit mengulas tentang perempuan, yang menurutnya pantas untuk dikaji dan disajikan dalam sebuah paparan, meskipun masih belum sempurna dan masih perlu banyak masukan.

Mayoritas masyarakat berpendapat bahwa perempuan tidak perlu berpengetahuan yang luas,dan mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena menurutnya tidak begitu berguna, betapapun akhirnya perempuan hanya akan berada di posisi wingking dari laki-laki. Padahal pada dasarnya pengetahuan itu adalah suatu kebutuhan dan keharusan bagi tiap manusia baik laki-laki maupun perempuan, yang akan mempengaruhi sikap dan langkah seseorang dalam menentukan kebijakan dalam kehidupannya. Sebuah pemikiran bahwa perempuan tidak perlu berpengetahuan luas yang marak dimasyarakat, merupakan bagian dari bentuk ketidak-adilan yang menimpa kaum perempuan, sehingga menyebabkan adanya ketimpangan dan diskriminasi terhadap perempuan, seperti: maraknya kekerasan fisik maupun non fisik dalam rumah tangga, pelecehan seksual ditempat umum, dan  perdagangan manusia dan lain sebagainya. Selain kurangnya pengetahuan yang luas pada perempuan, penyebab diskriminasi terhadap perempuan adalah akibat dari adanya gender atau pembedaan peran berdasarkan jenis kelamin yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pembentukan struktur masyarakat, seperti laki-laki bekerja diluar rumah (publik) sedangkan perempuan bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga (domestik). Dan juga banyaknya penafsir-penafsir teks keagamaan yang bernada patriarki. Yang semua itu mengakibatkan adanya sikap otoritas laki-laki terhadap perempuan, sehingga perempuan sering kali tidak diuntungkan,dan sering kali perempuan hanya dianggap sebagai tempat untuk mencari kesenangan, yang seluruh tindakan tersebut dapat digolongkan sebagai pelanggaran hak asasi manusia, yang semestinya harus dihormati tanpa memandang jenis kelaminnya.
Perempuan yang sudah berumah tangga mayoritas diidentikan dengan beberapa tempat yakni sumur, dapur, kasur, yang menggambarkan sosok perempuan dimata publik hanyalah cenderung sebagai penyuci baik pakaian maupun perabotan rumah tangga, pemasak atau penyaji makanan, dan pemuas kebutuhan biologis seorang laki-laki, saking populernya tiga istilah tersebut dituangkan oleh seorang seniman menjadi sebuah lagu dangdut yang cukup populer di masyarakat. Tidak jauh berbeda, dalam peradaban jawa dahulu juga menganggap bahwa kesempurnaan seorang perempuan itu identik dengan istilah: masak, macak, manak. Artinya perempuan yang sempurna itu haruslah bisa memasak, berdandan, dan menghasilkan keturunan. Istilah-istilah tersebut merupakanbentuk kecildari diskriminasi terhadap para perempuan yang seolah-olah hanya sebagai pelayan bagi para laki-laki dan yang lebih tidak enak untuk didengar dikalangan masyarakat para perempuan ada yang dianggap hanya seperti mesin pencetak anak atau mesin foto copy yang dijalankan oleh para laki-laki.

Dalam peradaban Arab jahiliyah dahulu, dikisahkan apabila dalam sebuah keluarga terdapat anak perempuan yang sudah remaja, maka si anak diberi pakaian lengkap, diberi perhiasan, kemudian dibuatkan lubang dan selanjutnya dikubur hidup-hidup, karena orang tuanya khawatir jika anaknya berumah tangga akan mempunyai banyak anak, dan akan menghabiskan harta benda yang dimiliki oleh orang tuanya. Selain itu juga terdapat masalah pernikahan yang cenderung menyudutkan perempuan, seorang suami bisa saling bertukar istri dengan kawannya, dan apabila seorang suami meninggal dunia dan meninggalkan banyak istri, misal meninggalkan istri berjumlah dua puluh, maka istri-istri dari bapaknya bisa diwarisi anaknya. Seumpama ada perempuan hamil dan yang menghamili perempuan tersebut laki-laki yang berjumlah banyak, maka metode untuk menentukan bapak dari anak yang dikandung si perempuan yakni dengan menggunakan cara lotre. (bersumber dari buku  Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah).

Cara pandang para penafsir teks keagamaan/kitab suci yang bernada patriarki juga menjadi penyebab terjadinya sesuatu yang tidak menguntungkan para perempuan, uniknya cara pandang yang demikian, diterima dengan baik oleh mayoritas umat Islam, karena hampir semua manusia fanatik dengan tafsiran para pemuka agama. Misalnya isu perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Ayat Al-qur’an yang populermenjadi rujukan adalah surat An-Nisa’ ayat 1 yang bunyinya

 “Yaa ayyuhan nassut taqquu robbakumulladzi kholaqokum min nafsin waahidatinwa kholaqo minhaa zaujaha wa batstsa minhuma rijaalan katsiiron wa nisaa- an...”

Yang artinya

“Wahai manusia bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Alloh menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Alloh memperkembang biakkan laki-lakidan perempuanyang banyak......”

Para ahli tafsir mayoritas menafsirkan“nafsin wahidah”adalah Adam,karena berpendapat bahwa Adam adalah manusia pertama. Dan kalimat “zaujaha” dalam ayat tersebut ditafsirkan pasangannya Adam (umumnya mengatakan Hawa). Maka para mufasir mayoritas menyimpulkan bahwa pasangannya (perempuan) diciptakan dari adam (laki-laki). Padahal dalam surat Ali Imron ayat 33 diterangkan bahwa Adam bukan manusia pertama:

“Sesungguhnya Alloh memilih Adam dan Nuh dan keluarga Ibrohim dan keluarga Imron melebihi menusia seluruh alam.”

Adam dan Nuh disebut perorangan karena belum berkeluarga, sedangkan Ibrohim dan Imron disebut keluarga, oleh karena ada pernyataan Alloh bahwa Adam dipilih melebihi manusia seluruh alam (pada zamannya), maka tentunya pada waktu itu sudah ada manusia selain Adam. Jika waktu itu tidak ada manusia selain Adam maka tidak ada pernyataan “dipilih melebihi manusia seluruh alam”. Adapun bagi beberapa penafsir kontemporer seperti Muhammad Abduh dalam kitab Al-Manar yakni menafsirkan “nafsin wahidah” adalah jenis yang satu yakni manusia.

Adapun keterangan perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki sesungguhnya itu bersumber dari Kitab Perjanjian Lama (kejadian 2:21-23), yang menyatakan

“Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak, ketika ia tidur, Tuhan mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambilTuhan Allah dari manusia itu, dibangunnya lah seorang perempuan, lalu dibawa Nya kepada manusia itu. lalu berkatalah manusia itu “inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku, ia akan dinamai perempuan sebab ia diambil dari laki-laki”.

Seandainya tidak disebut dalam kitab tersebut pastilah tidak ada keyakinan pada umat muslim bahwa perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki. Pengertian itu mudah diterima oleh masyarakat muslim pada umumnya karena adanya orang yang menyisipkan ajaran Nasrani kedalam Islam, dalam bentuk hadits

“Saling nasihat menasihatilah kalian untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok” (HR. At-tirmidzi).

Dalam Al-qur’an sendiri sama sekali tidak disebutkan bahwa perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki, dan juga hadits tersebut tentu saja bertentangan dengan Al-qur’an surat Alhujurot ayat 13 yang menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Adapun yang tidak diciptakan tanpa seorang laki-laki (ayah) adalah Nabi Isa dan Nabi Adam, sebagaimana Alloh berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali-Imron ayat 59 yang menerangkan tentangkesamaan Nabi Isa dan  Nabi Adam (yang mana Nabi Isa lahir tanpa seorang ayah).

Dan satu hal yang bisa menilai kualitas hadits yang sebenarnya ialah apakah hadits tersebut bertentangan dengan Al-qur’an atau tidak, jika bertentangan maka seharusnya harus ditolak, walaupun secara sanad dianggap shoheh. Dan menurut hemat penulis jika perempuan diciptakan dari tulang rusuk, tentu saja menganggap perempuan adalah makhluk yang tidak bisa diatur/dididik, selayaknya tulang rusuk yang apabila dibiarkan akan tetap bengkok, dan upaya meluruskan tulang rusuk itu berakibat fatal, kemungkinan besar tulang tersebut akan patah.

Al-qur’an surat annisa’ ayat 34,

Arrijaalu qowamuuna ‘alan nisaa-i bimaa fadldlolallohu ba’dlohum ‘ala ba’dlin...

yang artinya

“Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, dan oleh Alloh telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)”.

Lafal “qowwam” menurut ahli tafsir kebanyakan mengartikan dengan pemimpin, pelindung, penanggung jawab, pendidik, pengatur dan lain sebagainya, dan kelebihan tersebut diartikan keunggulan akal dan fisiknya. Tetapi menurut kalangan feminis mengartikan “qowwam” adalah laki-laki berkewajiban menyediakan nafkah (fungsi produksi), sekaligus sebagai pendukung fungsi produksi dan perempuan sebagai pengemban fungsi produksi. Dalam hal ini pemimpin dapat dilihat dari kemampuan mempimpin, jika perempuan memiliki kemampuan maka perempuan boleh menjadi pemimpin. Oleh karena itu kita dapat memahami maksud ayat tersebut memerintahkan laki-laki untuk memenuhi seluruh kebutuhan perempuan. Dan makna kelebihan laki-laki adalah kepemimpinan yang Alloh embankan kepada seorang laki-laki merupakan kelebihan (keterampilan) mereka, sedangkan perempuan juga memiliki keterampilan yang tidak dimiliki laki-laki. Jadi Alloh menjadikan keterampilannya tersebut sebagai keistimewaan dan kelebihan tersendiri bagi keduanya (laki-laki dan perempuan).

Dari paparan diatas bisa disimpulkan keberadaan perempuan yang tidak setara dengan laki-laki yang lebih diutamakan, berperan aktif dalam merumuskan masalah dan mengambil keputusan dalam sebuah kehidupan. Banyaknya penafsir teks keagamaan yang bernada patriarki juga menimbulkan kesan negatif terhadap perempuan, sehingga pihak perempuan sering kali berada dalam pihak yang tidak diuntungkan. Dari kisah peradaban Arab Jahiliyah dapat diketahui keberadaan para perempuan yang tidak diuntungkan sejak jaman dahulu, dan sampai saat ini di berbagai belahan dunia masih juga banyak kasus diskriminasi terhadap perempuan, hingga banyak dibentuk organisasi yang memberdayakan para perempuan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari lembaga pemerintahan sampai organisasi kemasyarakatan. Selain itu akhir-akhir ini juga banyak diperingati hari perempuan baik secara nasional maupun internasional seperti hari ibu, hari Kartini, 16HAKTP (kampanye selama 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan), dan yang masih hangat hari perempuan internasional yang diperingati pada tanggal 8 maret kemarin, yang tak lain semua itu  untuk menyetarakan keberadaan perempuan dengan laki-laki dimata sosial.

Dalam Al-qur’an sesungguhnya menekankan unsur persamaan atau penyetaraan antara laki-laki dan perempuan, diciptakannya agama tidak lain untuk kemaslahatan hidup manusia didunia dan diakhirat, dengan kata lain agama bukan untuk kemudlorotan. Selain itu diutusnya nabi muhammad juga untuk membawa rahmat bagi seluruh alam. Jadi tidak ada satupun ayat Al-Qur’an yang mendukung bahwa perempuan itu diciptakan dari bagian rusuk seorang laki-laki, tidak ada pula ayat yang mendukung laki-laki untuk berbuat sewenang-wenang terhadap perempuan. Diantara ayat yang menekankan unsur persamaan dalam Al-Qur’an adalah:

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu adam (laki-laki dan perempuan) dan kami angkat mereka didaratan dan dan di lautan, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS Al-Isro’ 17: 70).

Dan diperjelas dengan ayat

“....sesungguhnya, Aku tidak akan menyia-nyiakan amal seorang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain...” (QS Ali-Imron 3: 195)

Maksud dari ayat tersebut laki-laki berasal dari laki-laki dan perempuan, demikian pula perempuan berasal dari laki-laki dan perempuan, yang keduanya sama-sama manusia, dan tak ada kelebihan dari salah satu  tentang penilaian amal.

“Wahai manusia sesungguhnya kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku bangsa supaya kamu saling kenal mengenal, dan sesungguhnya yang paling mulia disisi Alloh adalah yang paling taqwa diantara kamu, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Alhujurot 49: 13).

Dalam agama islam seorang laki-laki dan perempuan sama mempunyai peran yang penting dalam kehidupan, para perempuan yang menjadi ibu sukses yang memuliakan anak-anaknya juga banyak disinggung dalam sejarah nabi-nabi yang berjenis laki-laki, perempuan banyak yang mempunyai peran banyak terhadap perjuangan para nabi, seperti para perempuan yang menjadi ibu para nabi Ulul Azmi, yakni ibu dari Nabi Nuh, Nabi Ibrohim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW, yang semua ibu-ibu tersebut telah berperan besar dalam merawat, serta mendidik para putranya yang menjadi pemimpin umat manusia. Selain itu juga banyak istri-istri para nabi yang ikut berjuang dan mendukung dalam menyampaikan tugasnya.

Dalam islam juga ada hadits yang menyebutkan “Aljannatu tahta aqdamil umahati” yang artinya “surga itu dibawah telapak kaki ibu” hadits ini menjelaskan bahwa perempuan mempunyai peran besar terhadap masa depan anaknya baik kehidupan di dunia sampai akhirat. Dan banyak disinggung dalam Al-Qur’an tentang keutamaan perempuan misal perempuan menjadi nama surat nomer 4 yakni An-nisa’(perempuan), seorang perempuan yang menjadi nama surat nomer 19 yakni Maryam (nama seorang perempuan), adanya perintah berbuat baik kepada kedua orang tua (ibu dan bapak). Hal ini memberikan kehormatan kepada perempuan. Dan yang menjadi pelajaran berharga yang mengajarkan kepada umat islam tentang  tidak adanya perbedaan derajat antara laki-laki dan perempuan, yang membedakan derajat dari keduanya adalah ketaqwaan dan amal sholeh yang telah dilakukan dalam kehidupannya.


Daftar Pustaka
[1]Tafsir Al-Quran Menteri Agama no. 26 th 1967.
[2]Alkitab terjemahan baru (TB) LAI 1974, nomor 021056, 21 Agustus 2000 Departemen Kehakiman dan Hak asasi manusia.
[3]Al-ikhwan, Tauhid Rububiyyah Dan Tauhid Uluhiyyah.
[4]m.hijabers.abatasa.co.id/hijabers/detail//362/benarkah-perempuan-diciptakan-dari-tulang-rusuk-laki-laki.html

Sunday, March 27, 2016

Tan Malaka: Yang Butuh atau Yang Berhak?



Oleh Mochammad IH

Dibalik suksesnya Belok Kiri Festival di Jakarta Februari lalu, ada beberapa sayap-sayap kiri lain yang memberi komentar sinis acara itu. Saya ingat, beberapa komentar sinis ini dijawab oleh salah satu pendukung Belok Kiri Festival dengan argumen yang lumayan menarik sih.

Menurut komentar tersebut, anak-anak muda generasi millenial yang hobi ikut DWP juga berhak dong untuk mengetahui bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Anak-anak muda yang hobi lari-lari malam juga berhak belajar untuk melawan ketidak-adilan. Anak-anak muda yang hobi mampir ke acara-acara kebudayaan juga berhak mempelajari materialisme dialektika, dan sebagainya.

Setelah hingar bingar Belok Kiri Festival berakhir, lalu tersebutlah salah satu acara teater di Bandung yang mementaskan kisah hidup Tan Malaka akan digagalkan oleh salah satu organ fasis paling fenomenal di negeri ini. Kebetulan akun sosial media Belok Kiri Festival ikut mem-blow up peristiwa ini hingga ramai, mengaduh sampai gaduh. Lalu saya menemukan komentar menarik di sosial media sebagai reaksi atas peristiwa ini.

Dalam komentar tersebut, acara teater ini dituduh menerima donor dari lembaga liberal, mementaskannya di tempat liberal dan hanya kelas menengah (orang-orang mampu) saja yang memiliki akses untuk menontonnya. Lalu menurut komentar tersebut, Tan Malaka sejatinya diletakkan di jalanan, (di ruang-ruang produksi, di tempat-tempat bercocok tanam, di sawah, di tempat nelayan mencari ikan, di desa-desa, di pabrik-pabrik, di kampung-kampung, di hutan-hutan). Interpretasi saya terhadap komentar ini adalah bahwa di tempat-tempat tersebutlah dimana terdapat orang-orang yang membutuhkan Tan Malaka, membutuhkan ajarannya, membutuhkan pemikirannya, membutuhkan bukunya.

Jadi Yang Butuh atau Yang Berhak? Saya pikir dua-duanya sangat penting. Jika generasi millenial perkotaan memahami ajaran Tan Malaka mungkin akan timbul gerakan mahasiswa gelombang baru. Namun jika rakyat yang tertindas mendapat ajaran bapak-bangsa-yang-dilupakan-ini mungkin bangsa ini akan mencapai pintu gerbang revolusi kedua. Atau mungkin ini cuma pemikiran naif seorang pemula saja.***

Mochammad IH adalah seorang siswa yang menempuh di salah satu Pondok Pesantren di Jombang, Jawa Timur dan editor Jurnal Subyektif . Bisa dihubungi lewat Twitter @aliasjojoz

Sunday, February 28, 2016

Kapitalisme: Sebuah Perkenalan


Pengantar dari Jurnal Subyektif


Dalam hari-hari ke depan Jurnal Subyektif akan menurunkan beberapa tulisan terjemahan dari situs libcom.org. Upaya-upaya penerjemahan ini dimaksudkan untuk membagi pengetahuan dan menyadarkan kelas pekerja apa yang sedang terjadi di sekitar mereka. Pada tulisan kedua ini, libcom.org menerangkan apa itu kapitalisme? Bagaimana dia bekerja? Bagaimana sistem itu menjadi salah dan bobrok. Ini adalah tulisan kedua, unntuk tulisan pertama, silakan membacanya di sini.


Sebuah penjelasan singkat dan pengenalan kapitalisme dan bagaimana kerjanya dari libcom.org.
Pada dasarnya, kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berdasarkan tiga hal: kerja-upah (bekerja untuk diupah), kepemilikinan pribadi atau penguasaaan terhadap alat produksi (hal-hal seperti pabrik, mesin, persawahan, dan kantor), dan produksi terhadap pertukaran dan keuntungan.

Sementara itu beberapa orang memiliki alat produksi, atau modal (kapital), kebanyakan dari kita tak memilikinya dan untuk bertahan hidup, kita harus menjual kemampuan (tenaga) kita untuk bekerja untuk mendapatkan upah, atau hal-hal lain yang bermanfaat. Kelompok pertama disebut kelas kapitalis atau "borjuis" dalam jargon Marxis, dan kelompok kedua disebut kelas pekerja atau proletariat. Lihat pengenalan terhadap kelas di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai kelas.

Kapitalisme itu berdasarkan proses yang sederhana -- uang/harta ditanam untuk memperoleh uang lebih banyak. Ketika uang berfungsi seperti ini, uang itu disebut kapital/modal. Contohnya, ketika sebuah perusahaan menggunakan keuntungannya untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja atau membuka lahan baru, dan untuk membuat keuntungan yang lebih besar, uang dalam hal ini disebut kapital/modal. Ketika kapital/modal berkembang (atau ekonomi berkembang), hal ini disebut 'akumulasi kapital', dan hal ini memberi kekuatan pada ekonomi.

Akumulasi kapital itu akan menjadi lebih baik ketika ia bisa memindahkan biaya ke hal lainnya. Jika perusahaan bisa memangkas biaya tanpa melindungi lingkungan, atau dengan membayar upah pekerja, mereka akan tega melakukannya. Jadi bencana perubahan iklin dan angka kemiskinan yang tinggi adalah tanda bahwa adanya sistem yang bermasalah. Selanjutnya, dengan prinsip uang untuk menghasilkan uang lebih banyak, maka segala sesuatu harus bisa dijual/ ditukarkan untuk menjadi uang (exchangeable for money). Demikian, kecenderungan itu untuk segalanya dari barang sehari-hari seperti rangkaian DNA ke emisi karbondioksida--dan, dengan terpaksa, tenaga kita untuk bekerja - telah dijadikan komoditas yang diperjual-belikan.

Dan ini poin terakhir -- jual-beli kreativitas dan kapasitas kerja, dan tenaga untuk bekerja kita - adalah koentji, hal yang terpenting dari akumulasi kapital. Uang tidak bertambah banyak dengan sihir, tetapi dengan hasil kerja setiap hari.

Di dunia dimana segalanya bisa dijual, kita harus menjual sesuatu untuk membeli kebutuhan-kebutuhan kita. Kebanyakan dari kita tak memiliki apa yang bisa dijual kecuali tenaga untuk bekerja dan harus menjualnya hanya kepada mereka yang memiliki pabrik, kantor, dll. Dan tentu saja, hal yang kita produksi (hasil kerja kita) saat bekerja bukanlah milik kita, mereka milik bos-bos kita.

Kemudian, karena jam kerja yang panjang, kemajuan produtifitas, dll, kita memproduksi barang lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk membuat kita terus menjadi pekerja. Upah yang kita terima kasarnya sama dengan biaya yang dibutuhkan untuk membuat kita tetap hidup dan mampu untuk bekerja setiap hari (maka begitulah mengapa, ketika akhir bulan, tabungan kita di bank kelihatan tak berbeda dengan bulan kemarin). Perbedaan antara upah yang dibayarkan ke kita dan nilai yang kita hasilkan adalah bagaimana akumulasi kapital bekerja, atau keuntungan didapatkan.

Perbedaan ini anatara upah yang kita terima dan nilai yang kita hasilkan disebut dengan "surplus nilai". Pengambilan surplus nilai dari majikan kita adalah alasan kami melihat kapitalisme sebagai sistem yang berdasarkan eksploitasi -- eksploitasi kelas pekerja. Lihat studi kasus tentang bekerjanya sebuah restoran kapitalis untuk contoh.

Proses ini terutama dialami oleh semua sistem kerja-upah, bukan hanya dalam perusahaan privat. Pekerja sektor public juga menghadapi serangan yang terus-menerus terhadap upah dan kondisi mereka takl lain untuk menurunkan biaya dan memaksimalkan keuntungan untuk memajukkan ekonomi sepenuhnya.

Ekonomi kapitalis juga bergantung pada kerja tanpa upah sebagian besar pekerja perempuan.

KOMPETISI

Karena mengharuskan mengakumulasikan kapital, bos kita bersaing dengan para bos dari perusahaan yang lain dalam pasar. Mereka tak bisa mengelak dari kekuatan pasar, atau mereka bakal kehilangan pekerjaan mereka oleh rival mereka, kehilangan uang, bangkrut, diambil-alih, dan terpaksan berhenti menjadi bos kita. Oleh karena itu bahkan para bos tidak memiliki kontrol terhadap kapitalisme, kapital lah yang berkuasa. Jadi karena hal inilah kita bisa membicarakan kapital jika kita memiliki ketertarikan, dan seringkali berbicara tentang 'kapital' lebih tepat daripada berbicara tentang para bos.

Keduanya, para bos dan para pekerja, oleh karena itu, diasingkan dari psoses ini, tetapi dalam cara yang berbeda. Sementara itu dari perspektif pekerja, pengasingan kita berupa pengalaman kita dikontrol oleh para bos, sedangkan pengalaman pengasingan si bos kekuasaan pasar yang tidak menentu dan persaingan dengan bosa-bos yang lain.

Akibatnya, para bosa dan politisi tidak memiliki kuasa dalam menghadapi 'kekuasaan pasar', satu sama lain harus bekerja untuk membuat akumulasi kapital yang berkelanjutan (dalam beberapa contoh mereka melakukan dengan sangat baik!). Mereka tidak bisa beraksi seperti keinginan kita, sejak seluruh persetujuan mereka membolehkan kita membantu kompetitor mereka dalam level nasional maupun internasional.

Contoh, jika industri membangun teknologi baru untuk membuat mobil yang meningkatkan produksi hal ini bisa mem-PHK-kan setengah pekerja, meningkatkan keuntungan dan mengurangi harga mobil untuk menjegal dalam kompetisi.

Jika perusahaan lain ingin memperlakukan pekerjanya dengan baik dan tidak merampok orang, secepatnya hal itu akan mengarah pada kebangkrutan atau diambil alih oleh kompetitor yang lebih kejam - jadi mereka juga bakal membawa mesin baru dan melakukan PHK untuk tetap kompetitif.

Tentu saja, jika bisnis diberi kebebasan sepenuhnya untuk melakukan apapun, monopoli akan segera membangun dan mencekik kompetisi yang mana akan memastikan sistem berputar menuju kehancuran. Campur tangan negara, yang mana akan bekerja demi kepentingan jangka panjang kapital sebisa mungkin.

NEGARA

Fungsi negara bagi masyarakat kapitalis adalah untuk memelihara sistem kapitalis dan menolong akumulasi kapital.

Misalnya, negara menggunakan undang-undang represif dan kekerasan melawan kelas pekerja ketika kita mencoba meningkatkan harapan kita melawan kapital. Contohnya, membuat undang-undang anti-mogok, atau mengirim polisi atau tentara untuk membubarkan mogok kerja dan demonstrasi.

Negara "ideal" di bawah kapitalisme dalam masa sekarang adalah demokrasi liberal, bagaimanapun agar melanjutkan akumulasi kapital berbagai macam sistem politik digunakan kapital untuk melakukannya. Kapitalisme negara di USSR, dan fasisme di Italia dan Jerman adalah dua model, yang mengharuskan bagi ptoritas pada waktu itu untuk menghalau dan menghancurkan gerakan kelas pekerja yang kuat. Gerakan yang mana mengancam keberlangsungan dari kapitalisme.

Ketika perbuatan keterlaluan yang dilakukan para bos membuat buruh/pekerja melawan balik, di sisi yang represi negara yang kadangkala menghalangi untuk menjamin bisnis berjalan seperti biasa tanpa gangguan. Untuk hal inilah undang-undang nasional da internasional melindungi hak-hak pekerja dan lindungan ada dan dibuat. Biasanya kekuatan dan pelaksanaan undang-undang tersebut surut dan mengalir saja dalam hubungan keseimbangan kekuatan antara majikan dan buruh sesuai waktu dan tempat. Contohnya, di Perancis dimana para pekerja/buruh lebih terorganisir dan militan, maka jam kerja maksimal dalam seminggu adalah 35 jam. Di Inggris, dimana para pekerja kurang miliran jam kerja maksimalnya 48 jam dalam seminggu, dan di Amerika Serikat dimana para pekerjanya sama sekali tidak kemauan untuk mogok maka tidak ada jam kerja maksimal berapapun.

SEJARAH

Kapitalisme dihadirkan sebagai sistem yang 'natural', dibentuk seperti bumi dan gunung oleh kekuatan yang melebihi kekuasaan manusia, yang mana sebuah sistem ekonomi yang hasil dari alam manusia. Bagaimanapun kapitalisme tidak diciptakan oleh 'kekuatan alam' tetapi oleh kekerasan yang hebat dan serentak di seluruh dunia. Awalnya di negeri yang 'maju' dulu, perjanjian ini mengarahkan petani yang mandiri dari tanah komunal ke kota untuk bekerja di pabrik. Segala perlawanan (terhadap perubahan ini) dihancurkan. Rakyat yang melawan kerugian dari kerja-upah ditaklukkan oleh undang-undang gelandangan dan penjara, penyiksaan deportasi bahkan hukuman mati. Di Inggris dibawah rejim Henry VIII sekitar 72,000 orang dihukum mati karena menjadi gelandangan.

Kemudian kapitalisme menyebar dengan invasi dan penjajahan oleh kekuatan imperialis Barat di segala sisi dunia. Seluruh masyarakat dengan brutal dihancurkan dengan perubahan komunitas dari tanah yang mereka kerjakan sendiri menjadi kerja upahan. Negeri-negeri yang berhasil menghindar dari penjajahan seperti itu - seperti Jepang - mengadopsi kapitalisme dengan cara mereka sendiri untuk bersaing dengan kekuatan imperialis yang lain. Dimanapun kapitalisme dibangun, petani dan para pekerja sebelumnya melawan, tetapi lalu secepatnya mereka dibalas dengan teror masal dan kekerasan.

Kapitalisme tidak berjaya dengan aturan hukum alam yang mana telah terpasang alamiah pada manusia: kapitalisme disebarkan oleh kekerasan terorganisir oleh para pemimpin/elit. Konsep kepemilikan pribadi pada tanah dan hasil produksi terlihat seperti sesuatu yang alamiah/normal, bagaimanapun kita harus ingat sistem kapitalisme adalah konsep ciptaan manusia yang didukung oleh penaklukkan/penjajahan. Dengan cara yang sama, eksistensi kelas orang-orang yang tak memiliki sesuatu untuk dijual kecuali tenaga untuk bekerja bukanlah sesuatu yang selalu menjadi masalahnya - tanah bersama yang dibagi untuk bersama telah dirampas oleh kekuatan, dan kekuatan yang memaksa kerja-upah dibawah ancaman kelaparan bahkan hukuman mati.

Ketika kapital berkembang, hal ini membuat kelas pekerja sedunia menjadi mayoritas populasi dunia yang mana mereka dieksploitasi namun juga bergantung pada kapital. Karl Marx menulis: "Apapun yang borjuis ciptakan, yang terpenting adalah semua itu diciptakan sebagai penggali kubur."

MASA DEPAN

Selama ini kapitalisme ada sebagai sistem ekonomi yang dominan di bumi hanya sekitar 200 tahun saja. Dibandingkan dengan jutaan tahun eksistensi manusia, sistem kapitalisme hanya seperti kedipan mata, dan oleh karena itu hanya orang-orang naif yang berpikir bahwa kapitalisme bisa hidup selamanya.

Semuanya tergantung pada kita, kelas pekerja, dan tenaga kerja kita yang dieksploitasi, dan kapitalisme akan bertahan jika kita membiarkannya.***

INFORMASI LEBIH LANJUT

- Trik uang paling hebat - Robert Tressel - sebuah perkenalan singkat bagaimana kapitalisme mengeksploitasi pekerja dari novel terkenal dari Tressel The Ragged Trousered Philanthropist.
- Perang Politik Komunitas Pekerja - prole.info - sebuah perkenalan bagus yang menggambarkan petunjuk kapitalisme dan anti-kapitalisme.
- Kapitalisme dan komunisme - Gilles Dauve - sejarah yang lebih detail dan analisis kapitalisme dan antitesisnya, komunisme.
- Capital - Karl Marx - definisi analisis Marx dan kritik terhadap kapitalisme. Buku yang berat tetapi penjelasan yang bagus pada beberapa poin.
- Kapitalisme - bacaan lanjutan - petunjuk libcom.org untuk bacaan lanjut mengenai ekonomi kapitalisme.

*Diterjemahkan oleh Mochammad IH dari Capitalism: an introduction http://libcom.org/library/capitalism-introduction

Sunday, February 21, 2016

libcom.org: sebuah perkenalan

Jurnal Subyektif akan memuat terjemahan dari seri tulisan perkenalan (intorduction guide) dari situs libcom.org dalam hari-hari ke depan. Selamat membaca. (Redaksi)

libcom.org adalah sebuah sumber untuk semua orang yang ingin berjuang untuk memperbaiki hidupnya, masyarakatnya dan kondisi kerjanya. Kami ingin berdiskusi, belajar dari kesuksesan dan kegagalan dari masa lalu dan membangun strategi-strategi untuk meningkatakan kekuatan kita, sebagai orang biasa, mengatur hidup kita sendiri.

Masalah
Kita bangun tidur setiap hari untuk pergi bekerja, menerima tugas dari pimpinan. Kita bekerja menghitung menit demi menit sampai kita pulang ke rumah, menghitung hari demi hari sampai akhir minggu, menghitung minggu demi minggu sampai pada cuti kita, membuat hidup kita menjadi sibuk. Atau pilihan buruknya, kita tak bisa mencari pekerjaan, jadi kita harus bergesekan dengan kepentingan kita. Kita khawatir tentang membayar tagihan kita (biaya hidup) dan sewa dan kita selalu harus melihat saldo di bank pada akhir bulan. Kita berharap jika kita bisa menanamkan sesuatu untuk memulai sebuah keluarga, dan berpikir mungkin tahun depan. Kita marah terhadap perang yang pemerintah mulai, dan mereka mengabaikan kita lagi. Kita melihat berita tentang perubahan iklim dan berharap jika anak-anak kita memiliki masa depan.

Masalahnya adalah bahwa setiap hari kita membentuk sebuah dunia yang tidak dibangun untuk memenuhi kebutuhan kita dan tidak berada dalam kontrol kita. Kita bukan manusia, kita sumber daya manusia, roda penggerak mesin yang hanya punya satu tujuan: profit (keuntungan). Pengejaran terhadap profit yang mebuat kita tertanam di pekerjaan yang membosankan, namun kangen dengan pekerjaan saat kita tidak bekerja. Hal ini membuat kita selalu khawatir terhadap tagihan listrik, air dan kredit rumah dan motor tiap bulan dan ketika rumah kita didambakan sejak dibangun dan dibeli. Hal ini pula membuat bumi terancam bencana alam seperti perubahan iklim yang semakin cepat dan pemimpin dunia yang keras kepala.

Di "dunia" ini, semuanya memiliki harganya masing-masing. Setiap hari, satu persatu dan semakin banyak barang diperdagangkan di pasar. Seabad yang lalu ada mobil yang diperjualbelikan, sekarang bahkan DNA dan atmosfer bumi juga diperjualbelikan dan memiliki harganya. Untuk semua barang itu yang kita nikmati sepanjang hidup ini - persahabatan, cinta dan bermain - ide untuk memberi barang-barang itu harga dan diperjualbelikan adalah sesautu yang aneh bahkan tak pantas. Ide itu menjadi aneh karena pasar tidak bekerja seperti prinsip kita. Kekuatan pasar membiarkan jutaan orang kelaparan di satu sisi dan kelebihan makanan di sisi yang lain. Jutaan orang mati karena penyakit yang bisa dicegah, sementara itu industri farmasi dan obat-obatan menghabiskan banyak uang hanya untuk marketing ketimbang riset-riset kesehatan. Pasar tidak mengindahkan kebutuhan kemanusiaan kecuali kalau mereka punya uang. Satu-satunya cara untuk mendapatkan uang adalah dengan bekerja kepada majikan, atau menuntut hak kita. Dengan kerja-upah, tubuh kita dan pikiran kita oleh pasar diperjualbelikan.

Ketika kita bekerja, kita membuat sesuatu yang bisa dijual. Tetapi kita tidak dibayar atas apa yang kita buat sepenuhnya, sebaliknya ada tidak ada sisa sedikitpun untuk kita kecuali keuntungan untuk para majikan. Jika perusahaan tidak bisa menciptakan keuntungan besar yang cukup, perusahaan akan bangkrut, kita menjadi pengangguran dan uangnya akan ditanam di tempat yang lain. Pikiran para bos dan majikan tidaklah sama dengan kita. Pasar bukan sesederhana: harganya yang selangit atau permintaan yang terlalu kecil. Masalahnya bukan hanya terlalu banyak peraturan pemerintah atau terlalu sedikit peraturan. Masalahnya adalah semua dilabeli dengan harga, semua diperjualbelikan. Di 'dunia' yang dimana pasar untuk kebutuhan manusia hanya muncul jika kita memiliki kekayaan yang cukup untuk membelinya. Pemerintah dunia semuanya bekerja untuk menegakkan 'dunia' ini, kadangkala dengan demokrasi yang memikat dan kesejahteraan, kadang juga dengan tongkat diktator dan peperangan. Ini bukan dunia kita yang kita mau.

Setiap hari, orang-orang biasa seperti kita melawan. Para buruh, pekerja berorganisasi, mogok, menggeruduk dan memberontak, berdiri di sisi kemanusiaan di dunia yang tidak manusiawi ini. Situs ini milik mereka. Kalian. Kita. Kita yang tak ada barang untuk dijual selain tenaga kita dan tak ada yang perlu dikhawatirkan kecuali ikatan kita. Kita yang hidup sekarat di dunia yang kering seperti vampir. Ketika kita berdiri dan berjuang untuk kebutuhan kita, hak kita, kita membayangkan 'dunia' yang berbeda, dunia yang didasarkan kepada prinsip 'setiap orang berdasarkan kemampuannya, setiap orang berdasarkan kebutuhannya' (sama rata, sama rasa -Mas Marco Kartodikromo). Dunia bagi kemerdekaan dan komunitas. Komunis libertarian.

Cita-Cita
Nama libcom sendiri adalah kependekan dari 'komunis libertarian', cita-cita politik dimana kita berpihak. Komunis libertarian adalah ekspresi politik dari hari ini hingga seterusnya melakukan kerjasama dan solidaritas dalam hidup manusia. Kerjasama menguntungkan kedua belah pihak bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya orang-orangnya berorganisasi dan bekerja sama untuk memasak makanan, menolong orang asing untuk membawa kereta bayi turun dari tangga. Mereka juga bisa menunjukan keterlibatan mereka, seperti suatu grup buruh mogok solidaritas untuk mendukung buruh lainnya seperti kurir koper BA lakukan untuk staf katering Gate Gourmet pada 2005. Mereka juga bisa marah dan menguasai masyarakat seperti dalam acara-acara: Argentina pada tahun 2001, di Portugal pada tahun 1974, Italia pada tahun 1960-1970, Perancis 1968, Hungaria 1956, Spanyol 1936, Rusia 1917, Paris 1871.

Kami lebih memihak pada solidaritas buruh/pekerja, kerjasam, aksi langsung dan perjuangan sepanjang sejarah, meskipun mereka menyatakan komunis libertarin (seperti dalam revolusi Spanyol) atau tidak. Kami juga terpengaruh oleh teori spesifik dan tradisi praktek, seperti anarko-komunis, anarko-sindikalis, ultra-kiri, komunis kiri, marxisme libertarian, dewan komunis dan lain-lainnya.

Kami juga bersimpati pada para penulis dan organisasi seperti Karl Marx, Gilles Dauve, Maurice Brinton, Wildcat Germany, Anarchist Federation, Solidarity Federation, prole.info, Aufheben, Solidarity, the situationists, Spanish CNT dan lainnya.

Bagaimanapun, kami menyadari terbatasnya menggunakan cita-cita tersebut dan mengorganisir masyarakat sekarang. Kami menekankan untuk memahami dan merubah hubungan sosial yang kami peljari di sini dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari untuk keadaan yang lebih baik dan melindungi bumi, meskipunkami masih belajar dari kegagalan dan kesuksesan dari gerakan dan cita-cita buruh/pekerja yang lalu.

Situs
Situs ini berisi berita dan analisis perjuangan para buruh/pekerja, diskusi-diskusi dan 16.000 artikel yang terus tumbuh oleh 10.000 lebih pengguna dari sejarah dan biografi sampai tulisan teori, buku-buku dan pamflet-pamflet. Kami bekerjasama dengan beberapa situs arsip online beberapa tahun ini, dan kami memiliki ribuan tulisan ekslusif ditulis atau di-scan oleh kami. Kami bersifat independen dari organisasi dagang dan partai politiki manapun; situs ini didanai dari dana kolektif para relawan kami dan donasi dari para penggunan.
Jika kamu pikir kamu setuju dengan kami, mengapa tidak mencoba mendaftar dan bergabung?

*diterjemahkan oleh Mochammad IH dari libcom.org: an introduction http://libcom.org/notes/about

**selanjutnya Kapitalisme: Sebuah Perkenalan http://subyektifzine.blogspot.co.id/2016/02/kapitalisme-sebuah-perkenalan.html